Tidak ada yang melarang untuk saya dan anda untuk mengenal lebih jauh tentang agama dan kepercayaan yang kita yakinin, justru itu hal yang baik karena ingin mengetahui dan memperdalam kenyakinan kita tentang kepercayaan kita, yang tujuan akhirnya menambah keimanan kita dan kedekatan kita dengan Sang Pencipta.
Tetapi perlu diketahui untuk mempelajari dan memaknai dan mengambil ilmu pengetahuan dari Agama tidaklah bisa dilakukan dengan mempelajarinya sendiri atau hanya dengan membaca dan berinteraksi secara visual. karena hal ini bisa salah penapsiran.
Mempelajari, mengenal dan memperdalam agama haruslah dengan cara berinteraksi langsung dengan orang yang lebih memahami hal tersebut, berdialog "Face To Face", bertemu dan mengadakan tatap muka kemudian membahas, segala sesuatu baik itu hal yang baik dan semua hal yang buruk yang tidak diperbolehkan oleh Agama, dengan cara ini mudah-mudahan karakter kita akan terbentuk dan tidak salah pengertian tentang kepercayaan kita, walau demikian yang terpenting bertanya dalam hati apakah yang saya perlajari ini benar atau salah, karena ingatlah bahwa kata hati anda tidak akan pernah berbohong, yang sering berbohong adalah jiwa-jiwa "hitam" kita yang selalu terkena bujuk rayu syetan.
Di-era kemajuan teknologi saat ini terutama perkembangan pesat Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, banyak sekali orang yang melakukan semacam dakwah, atau sekedar membagi kata-kata bijak yang diambil dari kitab suci , hal ini hampir terjadi pada setiap agama baik itu Islam, Kriten, Budha dan Hindu. penggalan-penggalan ayat-ayat suci tersebut disebar melalui status pada jejaring sosial tanpa ada penjelasan yang lebih mendalam. Ini yang akan berakibat bagi mereka yang baru ingin mengenal agama akan kehilangan makna yang sebenarnya dari ayat-ayat tersebut dan akan mengarah kepada kesesatan.
Mungkin kejadian Lian salah seorang pegawai Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, merupakan salah satu akibat dari salah penafsiran tentang Agama, yang ia pelajari pada jejaring sosial facebook, seperti yang kita ketahui Lian menghilang sejak sejak Kamis (7/4), menurut teman nya setelah makan siang Lian permisi pergi hendak menemui seseorang teman yang dikenalnya melalui Jejaring sosial Facebook di kawasan tanah Abang dan sejak saat itu Lian menghilang dan ditemukan disebuah masjid di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat (minggu 10/4). dengan kondisi linglung dan menggunakan cadar pada wajahnya. Tetapi belum diketahui bagaimana keadaan pasti saat lian ditemukan ada juga komentar yang saya baca melalui detik.com bahwa keadaan Lian saat ditemukan dalam kondisi linglung dan tanpa menggunakan busana.
Tapi yang jelas Lian sudah ditemukan, dan mungkin dapat dimintai keterangan setelah keadaannya pulih. Menurut beberapa teman saya yang ikut mengomentari hal ini, ini akibat dari salah penafsiran tentang hal-hal agama yang di sebarkan melalui Jejaring Sosial, bayangkan saja setiap hari bisa puluhan messange yang dikirimkan pengelolah group yang isinya hanya penggalan-penggalan ayat-ayat suci.
Hal ini jika dibaca oleh sesorang yang tidak mempunyai ketenangan dan kekuatan hati akan berdampak fatal pada akhirnya,bisa berhujung pada bunuh diri atau meninggalkan keluarga nya dengan alasan ingin mencari Tuhan. Yang paling rentan adalah orang-orang labil tersebut bisa dengan mudah termakan oleh bujuk rayu para pengirim pesan tersebut, bukan ingin menjelekkan ini akan menjadi awal buruk bagi pembaca, yang pada akhirnya bisa terjadi pelecehan seksual, pemerasan, tindakan hipnotis atau sebagainya. Walau tidak semua group-group keagamaan ini bersifat buruk seperti yang saya sebutkan diatas.
Tetapi alangkah baiknya jika anda memang ingin mengenal jauh tentang Agama sebaiknya anda belajar dengan seseorang seperti Kiyai, Pendeta (Sesuai Kepercayaan Kita) atau mengikuti pengajian-pengajian resmi, Acara-acara pemberkatan yang telah diakui keberadaannya baik itu secara hukum dan secara sosial masyarakat. Dan jika anda tipe orang yang mudah tergoda sebaiknya anda kuatkan terlebih dahulu iman anda dengan menjalankan semua yang diajarkan agama dan menjauhi semua larangannya, jika memang sudah siap barulah perdalam untuk lebih mengerti Ilmu agama Anda.
sumber foto : detik.com














0 komentar:
Poskan Komentar
Mohon tidak memasukkan Link Referal dan Afiliasi Bisnis pada body komentar. Terima Kasih