Sudah berapa hari nih gag update Blog gara-gara kerjaan numpuk banget, banyak sih yang mau ditulis dalam bentuk opini seperti Boom di Mapolres Cirebon kemarin, tapi biarlah sudah banyak opini tentang hal ini, tetapi yang jelas hal tersebut merupakan hal terkutuk dan tidak manusiawi karena dilakukan didalam rumah ibadah, saya rasa semua agama pun tidak akan ada yang membenarkan kejadian ini. Kejadian-kejadian ini jadi mengingatkan saya pada tulisan-tulisan tentang kaum komunis yang pernah saya baca dan dibuat pada tahun 1962 - 1964, dimana mereka berkedok agama menyerbu tempat-tempat ibadah baik itu masjid maupun gereja, dengan tujuan membuat suasana menjadi mencekam dan masyarakat menjadi saling mencurigai.
Tapi artikel kali ini saya bukan ingin membahas atau beropini lebih jauh tentang peristiwa pengeboman ini, ada hal unik dan mungkin juga konyol, peristiwa yang terjadi di Selandia baru ini merupakan Kisah seorang pria yang mengalami depresi dan akhirnya memotong-motong jarinya dan kemudian membuat potongan-potongan tersebut menjadi sop kemudian disantap oleh nya.
Kasus Kanibalisme terhadap diri sendiri ini merupakan kasus yang unik , tercatat saat ini baru ada 8 kasus dokumentasi kanibalisme terhadap diri sendiri saat ini, dan ini merupakan salah satu dari kasus-kasus tersebut, penjelasan ini disampaikan oleh Erik Monasterio, psikiater forensik dan Craig prince, psikolog klinis dari Australasian Psychiatry. seperti yang saya baca melalui republika.co.id
Kenapa hal ini bisa terjadi, ya mungkin dikarena sang pelaku sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya serta tidak ada tempat untuk berbagi untuk menyelesaikan permasalahan dirinya. Apa ini akan membahayakan orang disekitarnya ?, menurut Christchurch seorang psikolog yang bertugas di rumah sakit Hillmorton , 'orang terkena depresi seperti ini pada pertamanya akan melukai dirinya sendiri tapi lama kelamaan dia akan semakin ekstrim dan mulai menyerang orang-orang disekitarnya dan kemudian membunuh dan memakan korbannya'.
Semoga saja kita tidak menjadi seperti ini, walau sedang stress atau depresi sebaiknya berceritalah kepada orang lain, walau tidak semua apa yang kita ceritakan kepada orang akan menemukan jalan keluar, minimal kita telah berbagi akan kepenatan dalam hati kita. dan yang paling penting mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, karena IA lah yang Maha Kuasa dan bisa menolong dan memberikan petunjuk yang terbaik kepada kita, asalkan kita juga mau berusaha.














0 komentar:
Poskan Komentar
Mohon tidak memasukkan Link Referal dan Afiliasi Bisnis pada body komentar. Terima Kasih