Arsip Artikel | Login ke Blogger Sign In | Log out

Minggu, 17 April 2011

| | 0 komentar | Selengkapnya

Karena Depresi Pria ini membuat Sop Dengan Jarinya Kemudian dijadikan "Lauk" Makan

Sudah berapa hari nih gag update Blog gara-gara kerjaan numpuk banget, banyak sih yang mau ditulis dalam bentuk opini seperti Boom di Mapolres Cirebon kemarin, tapi biarlah sudah banyak opini tentang hal ini, tetapi yang jelas hal tersebut merupakan hal terkutuk dan tidak manusiawi karena dilakukan didalam rumah ibadah, saya rasa semua agama pun tidak akan ada yang membenarkan kejadian ini. Kejadian-kejadian ini jadi mengingatkan saya pada tulisan-tulisan tentang kaum komunis yang pernah saya baca dan dibuat pada tahun 1962 - 1964, dimana mereka berkedok agama menyerbu tempat-tempat ibadah baik itu masjid maupun gereja, dengan tujuan membuat suasana menjadi mencekam dan masyarakat menjadi saling mencurigai.

Tapi artikel kali ini saya bukan ingin membahas atau beropini lebih jauh tentang peristiwa pengeboman ini, ada hal unik dan mungkin juga konyol, peristiwa yang terjadi di Selandia baru ini merupakan Kisah seorang pria yang mengalami depresi dan akhirnya memotong-motong jarinya dan kemudian membuat potongan-potongan tersebut menjadi sop kemudian disantap oleh nya. 

Kasus Kanibalisme terhadap diri sendiri ini merupakan kasus yang unik , tercatat saat ini baru ada 8 kasus dokumentasi kanibalisme terhadap diri sendiri saat ini, dan ini merupakan salah satu dari kasus-kasus tersebut, penjelasan ini disampaikan oleh Erik Monasterio, psikiater forensik dan Craig prince, psikolog klinis dari Australasian Psychiatry. seperti yang saya baca melalui republika.co.id

Kenapa hal ini bisa terjadi, ya mungkin dikarena sang pelaku sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya serta tidak ada tempat untuk berbagi untuk menyelesaikan permasalahan dirinya. Apa ini akan membahayakan orang disekitarnya ?, menurut Christchurch seorang psikolog yang bertugas di rumah sakit Hillmorton , 'orang terkena depresi seperti ini pada pertamanya akan melukai dirinya sendiri tapi lama kelamaan dia akan semakin ekstrim dan mulai menyerang orang-orang disekitarnya dan kemudian membunuh dan memakan korbannya'. 

Semoga saja kita tidak menjadi seperti ini, walau sedang stress atau depresi sebaiknya berceritalah kepada orang lain, walau tidak semua apa yang kita ceritakan kepada orang akan menemukan jalan keluar, minimal kita telah berbagi akan kepenatan dalam hati kita. dan yang paling penting mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, karena IA lah yang Maha Kuasa dan bisa menolong dan memberikan petunjuk yang terbaik kepada kita, asalkan kita juga mau berusaha. 

Rabu, 13 April 2011

| | 0 komentar | Selengkapnya

Gila !! Lahan Kuburan di Jadikan Anggunan Kredit .....

Apa jadinya jika lahan kuburan (pemakaman) dijadikan Anggunan Kredit di Bank ?, sudah pasti Kredit akan di tolak oleh bank, apalagi saat ini perbankkan sedang serius menyeleksi pemberian kredit kepada konsumen, baik itu ber-anggunan atau kartu kredit.

Di Sulawesi Selatan , Bahran warga Lerang-lerang, Kelurahan Lalang Bata, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, berbuat nekad dengan "menjaminkan" kuburan untuk mengambil kredit disalah satu bank di daerahnya, alhasil kredit Bahran di tolak oleh pihak bank.

Karena hal inilah akhirnya Bahran gelap mata dan merusak 4 nisan kuburan yang tercatat masih keluarganya sendiri. Memang ini bukan pemakaman umum tetapi merupakan pemakaman keluarga, tetapi di buat sebagai pemakaman oleh keluarganya, tercatat ada 4 kuburan di lahan tersebut dan semuanya dirusak oleh Bahran.

Ketika ditanya oleh pihak kepolisian kenapa Bahran membongkar nisan-nisan tersebut. Lelaki paruh baya ini menjawab dengan singkat "Agar kreditnya bisa di terima oleh bank", begitu berita yang saya baca melalui kompas.com .

Saat ini Bahran harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di Kantor Polisi Setempat ...

Duh Pak Bahran, seharusnya jika memang ingin menjadikan lahan tersebut sebagai Anggunan, sebaiknya sebelum dilakukan survey oleh Bank dipindahkan dahulu kuburannya dengan cara yang baik, Gag Takut Kualat Pak .....

sumber foto : Ilustrasi (gambar google)

Minggu, 10 April 2011

| | 0 komentar | Selengkapnya

Lian, Salah satu bukti salah penafsiran ajaran Agama di Jejaring Sosial

Tidak ada yang melarang untuk saya dan anda untuk mengenal lebih jauh tentang agama dan kepercayaan yang kita yakinin, justru itu hal yang baik karena ingin mengetahui dan memperdalam kenyakinan kita tentang kepercayaan kita, yang tujuan akhirnya menambah keimanan kita dan kedekatan kita dengan Sang Pencipta. 

Tetapi perlu diketahui untuk mempelajari dan memaknai dan mengambil ilmu pengetahuan dari Agama tidaklah bisa dilakukan dengan mempelajarinya sendiri atau hanya dengan membaca dan berinteraksi secara visual. karena hal ini bisa salah penapsiran. 

Mempelajari, mengenal dan memperdalam agama haruslah dengan cara berinteraksi langsung dengan orang yang lebih memahami hal tersebut, berdialog "Face To Face", bertemu dan mengadakan tatap muka kemudian membahas, segala sesuatu baik itu hal yang baik dan semua hal yang buruk yang tidak diperbolehkan oleh Agama, dengan cara ini mudah-mudahan karakter kita akan terbentuk dan tidak salah pengertian tentang kepercayaan kita, walau demikian yang terpenting bertanya dalam hati apakah yang saya perlajari ini benar atau salah, karena ingatlah bahwa kata hati anda tidak akan pernah berbohong, yang sering berbohong adalah jiwa-jiwa "hitam" kita yang selalu terkena bujuk rayu syetan. 

Di-era kemajuan teknologi saat ini terutama perkembangan pesat Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, banyak sekali orang yang melakukan semacam dakwah, atau sekedar membagi kata-kata bijak yang diambil dari kitab suci , hal ini hampir terjadi pada setiap agama baik itu Islam, Kriten, Budha dan Hindu. penggalan-penggalan ayat-ayat suci tersebut disebar melalui status pada jejaring sosial tanpa ada penjelasan yang lebih mendalam. Ini yang akan berakibat bagi mereka yang baru ingin mengenal agama akan kehilangan makna yang sebenarnya dari ayat-ayat tersebut dan akan mengarah kepada kesesatan. 

Mungkin kejadian Lian salah seorang pegawai Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, merupakan salah satu akibat dari salah penafsiran tentang Agama, yang ia pelajari pada jejaring sosial facebook, seperti yang kita ketahui Lian menghilang sejak sejak Kamis (7/4), menurut teman nya setelah makan siang Lian permisi pergi hendak menemui seseorang teman yang dikenalnya melalui Jejaring sosial Facebook di kawasan tanah Abang dan sejak saat itu Lian menghilang dan ditemukan disebuah masjid di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat (minggu 10/4). dengan kondisi linglung dan menggunakan cadar pada wajahnya. Tetapi belum diketahui bagaimana keadaan pasti saat lian ditemukan ada juga komentar yang saya baca melalui detik.com bahwa keadaan Lian saat ditemukan dalam kondisi linglung  dan tanpa menggunakan busana. 

Tapi yang jelas Lian sudah ditemukan, dan mungkin dapat dimintai keterangan setelah keadaannya pulih. Menurut beberapa teman saya yang ikut mengomentari hal ini, ini akibat dari salah penafsiran tentang hal-hal agama yang di sebarkan melalui Jejaring Sosial, bayangkan saja setiap hari bisa puluhan messange yang dikirimkan pengelolah group yang isinya hanya penggalan-penggalan ayat-ayat suci. 

Hal ini jika dibaca oleh sesorang yang tidak mempunyai ketenangan dan kekuatan hati akan berdampak fatal pada akhirnya,bisa berhujung pada bunuh diri atau meninggalkan keluarga nya dengan alasan ingin mencari Tuhan. Yang paling rentan adalah orang-orang labil tersebut bisa dengan mudah termakan oleh bujuk rayu para pengirim pesan tersebut, bukan ingin menjelekkan ini akan menjadi awal buruk bagi pembaca, yang pada akhirnya bisa terjadi pelecehan seksual, pemerasan, tindakan hipnotis atau sebagainya. Walau tidak semua group-group keagamaan ini bersifat buruk seperti yang saya sebutkan diatas. 

Tetapi alangkah baiknya jika anda memang ingin mengenal jauh tentang Agama sebaiknya anda belajar dengan seseorang seperti Kiyai, Pendeta (Sesuai Kepercayaan Kita) atau mengikuti pengajian-pengajian resmi, Acara-acara pemberkatan yang telah diakui keberadaannya baik itu secara hukum dan secara sosial masyarakat.  Dan jika anda tipe orang yang mudah tergoda sebaiknya anda kuatkan terlebih dahulu iman anda dengan menjalankan semua yang diajarkan agama dan menjauhi semua larangannya, jika memang sudah siap barulah perdalam untuk lebih mengerti Ilmu agama Anda.

sumber foto : detik.com

Sabtu, 09 April 2011

| | 0 komentar | Selengkapnya

Rusa ini rela menjaga sarang Anggsa yang sedang mengerami telur

Kejadian unik ini terjadi di pemakaman Forest Lawn kota New York - Amerika Serikat. Hal unik ini diabadikan oleh beberapa media dan jurnalis foto disekitar pemakaman tersebut, dan menjadi salah satu berita terpupoler dalam minggu ini dibeberapa media Amerika dan Media online dunia.

Rusa jantan tersebut telah beberapa hari berjaga di dekat se-ekor Angsa Betina yang sedang mengerami telurnya, hal itu yang disampaikan oleh kata Administrator Margasatwa Erie County SPCA Joel Thomas. 

Entah apa yang dilakukan oleh Rusa tersebut, tetapi banyak masyarakat sekitar mengatakan itulah bahasa hewan hanya mereka yang mengetahui, mungkin Angsa Betina itu meminta tolong kepada Rusa tersebut untuk menjaganya dari gangguan para pemburu telur Angsa Liar. 

Ini seperti cerita dongeng anak yang dibuat di disney tentang "rusa dan angsa, pukas Direktur Erie County SPCA, yang saya kutip dari pemberitaan republika.co.id.

Beita tentang rusa ini juga menjadi berita pilihan editor pada media-media online di Indonesia , memang unik dan langkah, tetapi dibalik keunikan pasti ada yang bisa kita ambil baiknya, yaitu bagaimana hewan saja bisa bersahabat, menghormati dan salig tolong menolong, kenapa kita sebagai makhluk sosial mulai menjauh dari kebiasaan ini. 

Saat ini para pengamat, wartawan dan masyarakat setempat sedang melihat keseriusan Sang Rusa dalam menjalankan tugasnya, mereka ingin mengetahui apakah hal ini merupakan kejadian biasa dan tidak disengaja atau memang benar sang Rusa menjadi Angsa yang sedang mengerami telur tersebut. 

Wartawan, pengamat dan masyarakat sekitar melihat fenomena ini dari kejauhan, mereka tidak mau mendekat karena akan mengganggu sang Rusa dan Angsa. 

Jika memang benar Sang Rusa tersebut menjadi Angsa tersebut, diperlukan waktu kira-kira 3 Minggu Sang Rusa tersebut akan tetap berada disekitar Angsa Tersebut.

Apakah Sang Rusa akan berhasil menjalankan Tugasnya ?

sumber foto : kompas.com
| | 0 komentar | Selengkapnya

Inilah Bebagai Cara Masyarakat Menilai Kasus "Inung" Melinda Dee

Melinda Dee saat ini menjadi salah satu sorotan berita, baik itu media masa, jejaring sosial, dan para bloggers. Banyak pemberitaan tentang Melinda Dee yang memang membahas tentang aksi kriminal yang dituduhkan kepadanya yaitu penggelapan uang nasabah sebesar 16 M, tetapi ada juga pemberitaan yang lebih mengangkat sisi lain dari ibu 3 anak yang sexy ini. 

Pengecaman, penilaian dan ada juga pelecehan yang disampaikan oleh masyarakat melalui komentar-komentar di media, tentang sepak terjang si Sexy yang menikahi pemuda "brondong" ini. Semua merupakan hal yang wajar dari kehidupan bermasyarakat dan di alam demokrasi, tetapi apakah dengan semua ini akan membuat masyarakat akan lebih pintar dan pandai menilai peristiwa yang terjadi ?, saya rasa tidak, karena opini-opini yang terbentuk dari sumber "kata saya atau kata dia", tentu tidak akan terlalu objektif hasilnya. Maka akan terjadilah pengalihan pembahasan dari yang sebenarnya membahas tentang kasus Melinda dan akhirnya pada masalah pribadi serta kehidupan pribadi Melinda. 

Kasus Melinda ini, masuk dalam kasus murni Kriminal yang dilakukan oleh seseorang, kalau bahasa kampung nya kasus Melinda ini sama saja dengan "Maling", tetapi tetap kita harus menggunakan asas pra duga tak bersalah yang sesuai dengan peraturan hukum kita. 

Tidak ada yang Istimewa dengan kasus ini, yang istimewa karena penyidik menyita mobil-mobil mewah dan Melinda sendiri sosok Wanita 40th tetapi Sexy dan punya Suami "Brondong" dari kalangan artis, tetapi buat dampak bagi masyarakat saya rasa kecil sekali dampak dari kasus ini. Karena Melinda melakukan penipuan terhadap nasabah Bank tempat ia bekerja, jadi yang harus bertanggung jawab adalah Citibank, dan janganlah akibat ulah penipuan oknum Karyawan Bank pihak BI akan masuk kedalam lubang ke dua seperi kasus Century, dalam kata lain Bank Harus bertanggung jawab tidak mungkin juga Citibank akan Bangrut jika membayar 16 M. setelah penyelesaian hukum jika terbukti kan bisa menyita aset Melinda sebesar jumlah tersebut. 

Saya rasa pesan moral akan kasus ini terkesan "Abu-Abu" alias tidak jelas, seharusnya pesan moral dari setiap pemberitaan menuju pada kesimpulan "bank harus menjadi tempat yang terpercaya bagi konsumen dan merasa aman menyimpan uangnya", akan tetapi jika dilihat Mangsa Melinda bukanlah orang-orang biasa tetapi memang perusahaan dan perseorangan yang mempunyai banyak dana, ya Jika kita yang hanya mampu nabung 2 - 4 jt sebulan ini mana mau Melinda melirik kita hahaha. 

Skandal Melinda Dee ini menurut saya saat ini lebih pada pemberitaan pribadi dari Melinda, yang pernah melakukan operasi plastik lah yang punya banyak foto sexy lah, bahkan foto sexy Melinda dee ini selalu di update dengan koleksi-koleksi foto terbaru. Ini bukan pesan moral tetapi merusak moral , kenapa karena anak-anak SMP dan SMA yang ingin tahu siapa penipu ini, berlomba-lomba mencari Update Melinda Dee, dan apa kata mereka, seperti yang dilakukan teman saya di sebuah warnet melihat anak SMP melihat foto Melinda Dee malah berkomentar "Uhh besar juga ya Txxx nya", Bagaimana menurut Anda ?

Menurut saya yang harus mendapat perhatian lebih dari kita sebaiknya kasus Gayus, Rencana Pembuatan Gedung DPR, Lumpur Lapindo dan Masalah persoalan Penanggulangan Korban Mentawai yang sampai hari ini belum terselesaikan.

sumber foto : kompas.com

Artikel Terkini

Komentar Anda

Langgan E-Paper Via Email

Masukkan Alamat Email Anda:

Oktady E-Paper Didukung oleh Feedburner


On Google Friend Connect